Kategori

Senin, 23 Juli 2012

Menyelidiki Barisan Shaf Sholat Kita













Assalamualaikum Wr. Wb.
Ikhwan dan Akhwat sekalian dimanapun berada. Sebelumnya selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang Menjalankan. hehehe

Langsung saja. Di sini saya akan mencoba membahas sesuatu yang dasar, namun juga merupakan yang sering di lalaikan. Yaitu tentang Barisan Sholat Jamaah antara Ma'mum Pria dan Ma'mum Wanita. Nah! Pembahasan akan kita mulai dari observasi "Cyber Muslim" ke beberapa mushala dan Masjid. Ternyata barisan Shaf shalatnya beda-beda yach. Ada yang Putra di depan dan Putri di belakang, Ada yang Putra dan Putri Sejajar namun di batasi oleh Kain. Nah! Dari sini timbul lah pertanyaan di dalam hati. Katanya hukum Islam itu Mutlak dan Solid? Kok masih ada perbedaan di dalam hal yang seharusnya bersifat Dasar? Ini Shaf shalat yang bener mana sih? Eits jangan Loh Dulu. Yuk kita selidiki....


Pertama, adalah Shaf Shalat di mana Pria di depan dan Wanita di belakang. Kita kembali menilik Hadits Rasulullah SAW yang kurang lebih seperti ini

خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا، خَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

"Sebaik-baik shaf pria adalah yang awal, dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang akhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang akhir dan sejelek-jelek shaf wanita adalah yang awal"(HR.Muslim)

Tuh kan Sobat Cyber udah lihat sendiri. Menurut Hadits ini Rasulullah memang menganjurkan jika Shaf Sholat jamaah di susun seperti contoh pertama ini.

Kedua, adalah Shaf Shalat di mana Pria dan Wanita Sejajar Namun dipisahkan oleh Suatu Batas. Nah kalok yang pertama tadi bener, yang kedua ini salah donk. Tenang-tenang Saudara-saudara Cyber Muslim sekalian. Memang Rasulullah tidak menganjurkan Shaf shalat seperti ini. Namun kita lihat, banyak Ulama atau Kyai yang membenarkan pendapat ini. Alasan nya apa sich???? Kita coba melihat pendapat ini dari sudut pandang efektifitas dalam mencapai kekhusyuk an. Begini ceritanya. Mushala dahulu kala, ketika sebagian bumi ini masih di selimuti oleh es (Waduch Kelamaan, Jauuuh) dulu Mushala rata-rata di bangun dengan satu arah masuk yaitu dari arah Timur untuk wilayah Indonesia. Nah! Jika shaf shalat di susun seperti contoh pertama, maka berpotensi besar akan mengurangi kekhusyuk'an Ma'mum Wanita. Loh kok bisa gitu?

Begini... Ketika Ma'mum wanita di tempatkan di belakang, maka jika ada ma'mum laki-laki yang masbuk (Ma'mum yang telat) tentunya hal ini akan mengganggu konsentrasi ma'mum wanita dalam beribadah. Bagaimana tidak. ketika ada Cowo' Ganteng, Keren, dan rapi pakek Baju koko lengkap dengan sarung plus kopyah putih sedang lewat dari belakang melintas di samping Ma'mum wanita, bisa-bisa si Ma'mum wanita ini bisa kehilangan konsentrasi beribadah lantaran dia tertarik melihat paras Cowo' tersebut dan ternyata Ganteng. waaaah. semula ia ingin mengatakan "Iyyaaka na'budu wa Iyyaaka Nasta'iin(u)" Hanya kepadaMu lah kami menyembah dan Hanya kepadaMu lah kami memohon pertolongan. malah jadi "Hanya kepada DikauLah........." di dalam hati sambil melirik Ma'mum Cowo' tersebut.

Tapi kan... hal ini tidak sesuai dengan yang dianjurkan Rasulullah SAW? Perlu di ingat. Rasulullah SAW hanya menganjurkan untuk menggunakan Shaf pada contoh pertama. Namun Beliau tidak mewajibkan seperti itu. Jadi pada contoh kedua ini juga Benar.

Kesimpulan nya
Setelah kita melihat perbedaan pendapat yang udah kita bahas tadi, tentunya kita bisa bilang "OOOOOooooo, Gitu Toh?" dan juga kita tau landasan pendapat masing-masing, jangan sampai kita Taklid (Hanya ikut-ikutan). Sekarang kesimpulan nya. Diantara dua ini manakah yang paling baik???

Pada dasarnya semuanya baik. Satunya dianjurkan oleh Rasulullah SAW, dan satunya lagi di lakukan demi kakhusyuk'an ibadah. Tinggal kitanya ini milih yang mana? Kalok sobat Cyber pingin mendapatkan 2 keutamaan tersebut. Maka hal inilah yang perlu di perhatikan


  1. Kita sebagai umat Rasulullah SAW tentunya mau donk menjalankan apa yang di anjurkan oleh Beliau. maka kita sebisa mungkin membenarkan Shaf Shalat kita yang belum benar.
  2. Nah! Bagaimana bila ada Masjid/Mushala yang di bangun seperti Zaman dahulu, yang Arah masuknya hanya dari arah timur? Nah inilah yang harus kita rubah yaitu Format masjid di lingkungan kita, tentunya dengan didiskusikan terlebih dahulu. Format masjid yang mendukung adalah Masjid tersebut mempunyai minimal 3 arah masuk atau 3 pintu masuk, yaitu Timur Utara dan Selatan. Jadi jika ada Ma'mum masbuk dia bisa menyusul Sholat lewat pintu samping atau pintu utara dan selatan.
Nah udah terang kan. Ya itulah Sobat Cyber suatu permasalahan perbedaan pendapat perlu di diskusikan. Agar dalam umat islam ini tidak terjadi perpecahan. Oke. Sekian dulu pembahasan kita. Insya Allah kita akan ketemu lagi di pembahasan selanjutnya.

Jangan berhenti berdakwah! Luruskan Aqidah dan Sebarkan Sunnah!

Wassalamualaikum Wr. Wb.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar